Jasa Syeikh Yusuf Terhadap Kemajuan Islam

Sebagai Muslim Indonesia, amat besarlah penghargaan kita kepada Almarhum Asy Syekh Al Haj Yusuf Abu'l Mahasin, Taju'l Khalwati Hadiyyatul-Lah Al Magashari.

Seorang Alim Besar yang melengkapi syari'at dan hakikat. Seorang Shufi, tetapi seorang Mujahid! Seorang yang meninggalkan jejak mulia pada empat negeri besar, Makassar, Banten, Ceylon dan Afrika Selatan. Seorang pengembara mencari ilmu ke Aceh, Yaman, Mekkah, Madinah dan Syam.

Adapun pelajaran yang beliau berikan, pada pokoknya ialah Ilmu Tasawuf. Barang maklumlah kiranya bahwasanya Ilmu Tasawuf pada mulanya bersumber daripada Ilmu Tauhid. Meng-Esa-kan seluruh kepercayaan kepada Allah Subhanahu wa Ta' ala, tidak yang lain! Dan Tasawuf menimbulkan Zuhud, artinya tidak sedikit jua pun terpengaruh oleh serba-serbi kebendaan. Dan hasil Tauhid yang menimbulkan zuhud itu ialah Hubb, artinya Cinta kepada Allah!

Cinta kepada Allah menyebabkan tidak ada ingatan lagi kepada yang lain. Hanya kepada DIA saja, sehinggapun diri sendiri tak diingat lagi. Kadang-kadang cinta itu memuncak, sehingga terasa tidak ada lagi dinding di antara AKU dengan DIA. Di sinilah ke luar kata. "Al 'Abida wa'l Ma'budu wahidun" (Di antara yang menyembah dengan yang disembahnya adalah satu).

Kalau masih semata-mata perasaan cinta, belumlah mengapa. Orang yang sedang dimabuk cinta, tidaklah kena oleh undang-undang. Inilah pokok pangkal pelajaran Tasawuf. Dan inilah pokok pangkal pelajaran Syekh Yusuf.

Gambar Indah Islami - I Am Proud To Be A Muslim
Tetapi apabila cinta itu tidak dituntun oleh syari' at yang benar, yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw , maka dari mabuk cinta bisa saja bertukar menjadi faham Wihdatu'I Wujud ", Panteisme, Kesatuan Segala. Karena pada mulanya, jika si Salik melihat kepada segala sesuatu di kelilingnya, Allahlah yang terkenang dalam perasaannya. Sebab "Ke mana saja engkau hadapkan mukamu, di sana ada wajah Allah!" Maka oleh karena pada segala sesuatu yang dilihat itu, Allah-lah yang nampak, dari Panteisme bisa menjadi Polyteisme (Bertuhan banyak), menjadi Musyrik. Dan dengan datangnya syirk, hilanglah pokok kaji, yaitu Tauhid!

Dan apabila perasaan cinta tadi menimbulkan rasa bahwa diri tidak berpisah lagi dengan yang dicintai. Aku adalah DIA, dan DIA adalah Aku! Kalau tidak pula dituntun dengan syari' at, timbullah mazhab Hulul, yaitu Tuhan menjelma ke dalam diri manusia. Jauh pulalah dia dari Tauhid, pindah dengan tidak disadari ke dalam kepercayaan agama Nasrani, yang mempunyai kepercayaan bahwa Allah dan Ruhu'l Qudus menjelma (hulul) ke dalam diri Isa Almasih 'Alaihis Salam. Bahkan lebih jauh lagi daripada Nasrani, sebab telah mempercayai bahwa Tuhan dapat Hulul ke dalam diri setiap manusia!

Meskipun ahli Shufi yang besar-besar tidak menghendaki ini, dan Syekh Yusuf pun tidak menghendaki ini, namun akibat kepada kesesatan ini selalulah terjadi dalam pelajaran Tasawuf. Disengaja ataupun tidak!

Pada keyakinan hidup kaum Muslimin awam, di Bugis dan Makassar, sangatlah mendalamnya pelajaran ini. Dan mereka sangat yakin, bahwa inilah yang diajarkan oleh Syekh Yusuf.

Maka satu kesulitanlah yang dihadapi Muhammadiyah di daerah itu, buat mengajak supaya Kaum Muslimin kembali kepada pelajaran Tauhid yang asal.

Dan kesulitan ini pun didapati juga di daerah yang lain.

Baik sekali bagi Muslim angkatan muda, baik Muhammadiyah atau yang lain, supaya mempelajari pokok-pokok ajaran Shufi Syekh Yusuf dan Ulama-ulama yang lain pun, buat menyisihkan. Mana yang pokok yang bersumber dari Tauhid, dan mana yang telah terlalu jauh dari pangkalannya, supaya  disadarkan kepada ummat!

Karena kita pun menghormati dan membesarkan Ulama, dan menghormati orang yang berjasa. Apatah lagi kalau berkumpul keulamaan dan jasa pada satu orang. Tetapi hormat kita itu bukanlah berarti kita pun pergi memuja kuburnya, dan memandangnya ma'shum sebagai Nabi. Dan mari singkapkan segala takhayul dan khurafat yang telah sangat banyak melumuti Pribadi Besar itu, sehingga terbungkuslah hakikatnya yang sebenarnya di dalam khayal kejahilan orang awam.

Share this

Averousy uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Averousy

Promoted Link: Nasyid Sponsored By: Gratis Template By: Habib